REMBANG – Wakil Bupati Rembang M. Hanies Cholil Barro’ menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Rembang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program satu desa minimal satu sarjana. Program ini dinilai menjadi langkah strategis untuk menjawab rendahnya partisipasi pendidikan tinggi, khususnya di wilayah perdesaan.
Menurut Wabup yang akrab disapa Gus Hanies itu, keberadaan sarjana di desa bukan semata-mata soal jumlah, melainkan simbol harapan dan penggerak pembangunan desa. Hal itu diungkapkan dalam acara pembukaan Rembang Edufair 2026 di Balai Kartini, hari ini (27/1/2026).
“Yang kita dorong bukan hanya angka sarjana, tetapi bagaimana anak muda terdidik ini mau kembali ke desa, membangun desa, dan menjadi motor penggerak kemajuan di berbagai bidang, mulai pendidikan, ekonomi, pertanian, kesehatan hingga sosial kemasyarakatan,” ujar Gus Hanies.
Ia menyebut, visi tersebut merupakan cita-cita besar Pemkab Rembang agar setiap desa memiliki generasi muda berpendidikan yang mampu membawa perubahan positif bagi lingkungannya.
Sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan visi tersebut, Pemkab Rembang menggelar Expo Pendidikan atau Edufair yang mempertemukan siswa-siswi kelas XII dengan berbagai perguruan tinggi dan pilihan pendidikan lanjutan.
“Melalui Edufair ini, para siswa dapat menggali potensi diri, berdiskusi, serta menentukan pilihan kampus yang sesuai dengan minat dan cita-cita mereka,” imbuhnya.
Gus Hanies berharap para peserta Edufair dapat memanfaatkan kesempatan ini secara optimal. Ia juga mengapresiasi seluruh peserta pameran yang telah menghadirkan suasana ramah dan nyaman bagi para siswa, sehingga mampu mendorong semangat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
(daf/daf)





