Menu

Dark Mode

Berita

Bupati Rembang Meradang, Pejabat PU Tiga Kali Absen Musrenbangcam

badge-check

Bupati Rembang Harno saat memberikan sambutan pada kegiatan Musrenbangcam di Kecamatan Sedan, Senin (9/2/2026). Foto: rembangsepekan.com Perbesar

Bupati Rembang Harno saat memberikan sambutan pada kegiatan Musrenbangcam di Kecamatan Sedan, Senin (9/2/2026). Foto: rembangsepekan.com

SEDAN – Bupati Rembang Harno meluapkan kekecewaannya terhadap jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) yang kembali tidak hadir dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) di Kecamatan Sedan, Senin (9/2/2026).

Absennya pejabat teknis tersebut dinilai menghambat pembahasan keluhan warga, khususnya terkait kerusakan jalan.

Dalam forum yang dihadiri unsur pemerintah dan masyarakat itu, Harno menyoroti tidak hadirnya Kepala DPUTARU Maryosa maupun Kepala Bidang Bina Marga Nugroho Tri Hutomo. Padahal, persoalan infrastruktur jalan, terutama ruas Kragan–Sedan, menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan warga.

“Ini bukan sekali dua kali. Saya sudah tiga kali ikut Musrenbangcam, dan pejabat PU yang berwenang selalu tidak hadir. Lalu bagaimana persoalan jalan ini mau dibahas secara serius?” kata Harno dengan nada kecewa.

Harno menyebut, ketidakhadiran pejabat DPUTARU tidak hanya terjadi di Kecamatan Sedan. Hal serupa juga ia temui saat Musrenbangcam di Kecamatan Pancur dan Pamotan.

“Bisa jadi sudah bosan dengan pekerjaannya, atau menganggap ini tidak penting. Padahal yang datang ke sini membawa keluhan itu masyarakat,” ujarnya.

Menurut Harno, absennya pejabat teknis dalam forum perencanaan pembangunan telah mencederai esensi Musrenbang sebagai ruang dialog langsung antara pemerintah dan warga. Ia menegaskan masyarakat berhak mendapatkan penjelasan dan kepastian, bukan sekadar janji tertulis.

Sebagai kepala daerah, Harno mengaku selalu meluangkan waktu untuk hadir dalam setiap Musrenbangcam. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politik kepada masyarakat.

“Saya selalu datang. Kalau bupati saja hadir, tidak ada alasan pejabat teknis untuk mangkir,” tegasnya.

Harno meminta agar ketidakhadiran tersebut dilaporkan secara resmi kepada pimpinan DPUTARU. Ia juga mendesak agar DPUTARU bersama DPRD segera mengambil langkah konkret menangani kerusakan jalan yang dinilai sudah mendesak.

Meski mengakui keterbatasan anggaran daerah, Harno menegaskan pemerintah tidak boleh abai terhadap keselamatan pengguna jalan.

“Kalau belum bisa dibangun total, minimal jangan sampai membahayakan masyarakat. Jangan menunggu korban dulu baru bergerak,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi organisasi perangkat daerah agar tidak menganggap remeh Musrenbangcam sebagai pintu utama penyerapan aspirasi masyarakat.

(rio/daf)

Comments are closed.

Baca Juga

Pemkab Rembang Tindaklanjuti Keluhan Warga, Pabrik Kulit di Sale Disegel

2 September 2026 - 14:01 WIB

15d2c866-3886-4854-a32c-5e677e1170e3

Rembang Siapkan Sistem Merit, Pengisian Jabatan Kosong Ditunda hingga 2027

2 September 2026 - 12:00 WIB

WhatsApp Image 2026-04-25 at 08.44.52

Kontrak 61 Petugas Kebersihan Berakhir, ASN DLH Rembang Turun Sapu Jalan

1 September 2026 - 14:53 WIB

IMG_0523

Warga Sale Minta Pabrik Kulit Alkuba Ditutup Permanen, Bupati Rembang Turun Tangan

1 September 2026 - 13:10 WIB

WhatsApp Image 2026-09-01 at 20.48.29

SMK Al-Mubarok Rembang Buka Jalan ke Jepang, Siswa Didorong Siap Kerja di Negeri Sakura

1 September 2026 - 12:23 WIB

IMG-20260831-WA0030
Trending di Berita